Senin, 25 Januari 2010

Otak Tengah (Midbrain): Tingkatkan Konsentrasi dan Percaya Diri



Genius Mind Consultancy (GMC) Yogyakarta menggelar pelatihan aktivasi otak tengah (midbrain) yang kedua kalinya di Ruang Mendut Hotel Saphir Yogyakarta, Sabtu-Minggu (09-10/01). Pelatihan atau training hanya dapat dilakukan untuk teman-teman kita umur 5 sampai 15 tahun saja. Pesertanya sesuai dengan jumlah ideal yang telah ditetapkan, yakni 40 anak. Saat teman-teman kita mengikuti pelatihan, para orangtua maupun keluarga yang mengantar mendapatkan beragam pengarahan seputar aktivasi otak tengah.
“Ketika otak tengah diaktifkan, maka anak-anak akan memiliki akses yang mudah, baik ke otak kanan maupun kiri bahkan mampu menggunakan otak secara berimbang. Dengan akses mudah ini, mereka akan belajar, membaca dan menghafalkan benda-benda dalam kecepatan yang lebih cepat. Dengan demikian mampu meningkatkan keyakinan, minat dan konsentrasi dalam belajar,” jelas agen GMC Yogyakarta, Aries Setyo Priyono.



Ditambahkan, otak tengah yang teraktivasi memancarkan gelombang otak mirip dengan radar. Atau juga seperti kelelawar dan ikan dolphin yang bisa memancarkan dan menangkap gelombang, sehingga apa yang bisa dilihat mata, maka bisa dilihat melalui otak. Anak-anak dengan kemampuan otak tengah yang kuat, diharapkan dapat mengembangkan otak kanan dan otak kiri secara lebih maksimal. Alhasil, bisa masuk kategori genius. Bukan hanya dalam otak kiri (IQ, intelektual) dan otak kanan (emosional, EQ) namun juga dalam Loving Inteligence.
“Teori penggunaan otak tengah sebenarnya telah banyak dilakukan pada banyak negara di Asia terutama Jepang. Jepang telah lama melakukan praktik aktivasi otak tengah pada anak-anak,” tegasnya.
Setelah mengikuti training tersebut, teman-teman kita mendemokan kemampuannya antara lain mewarnai gambar dengan mata tertutup. Ada lagi yang mampu menebak warna bola-bola kecil, membaca buku cerita, membaca KTP dan menebak/mengurutkan kartu-kartu remi sesuai dengan angka, warna serta bentuk gambar. Padahal masih dengan mata tertutup. Diantara mereka ada yang memanfaatkan kemampuan indera penciuman maupun peraba dan segera terkirim ke otak.

Teman kita Nicolas GH siswa SD Tarakanita Bumijo Yogyakarta mengaku senang mengikuti pelatihan itu. Selain bisa mengasah kepekaan indera penciuman, peraba dan pendengar juga meningkatkan percaya diri dan konsentrasi. Sedangkan salah satu orangtua peserta, Antony Wijaya menilai kegiatan tersebut memberi banyak manfaat. Ia berharap anaknya bisa mempunyai daya tangkap dengan cepat. “Tidak kalah penting konsentrasi dalam belajar dan kecerdasannya juga meningkat,” ungkap Antony.



Pelatihan aktivasi otak tengah yang ketiga kalinya akan digelar di tempat yang sama pada tanggal 23-24 Januari 2009. Masih ada kesempatan bagi teman-teman khususnya yang memiliki usia yang direkomendasikan untuk ikut serta dalam pelatihan ini. Bila teman-teman menginginkan pengetahuan lebih lengkap tentang otak tengah ini, bisa menggunakan search engine pada internet dengan key word ”otak tengah (midbrain)” maka akan banyak ditemukan informasi tersebut.

”GMC Yogyakarta dalam waktu dekat akan mendirikan kantor operasionalnya, hal ini dimaksudkan untuk mempermudah follow up atau komunikasi baik pra maupun pasca training khususnya antara orang tua atau anak dengan GMC”, ungkap Adi Suharto Limansubroto master license GMC Yogyakarta. Bila para orang tua peduli terhadap masa depan putra-putrinya bisa pesan kursi dengan menghubungi Sansan, Wendy dan Aries di 0813 2054 3054.

(Yan)
Sumber: Koran MERAPI (Minggu Kliwon, 17 Januari 2010) - http://aespee.wordpress.com

Sabtu, 23 Januari 2010

Aktivasi Otak Tengah (Midbrain) Hadir di Kota Surakarta




AKTIVASI otak tengah adalah suatu penemuan fenomenal dalam pendidikan anak. Teori penggunaan otak tengah sebenarnya telah banyak dilakukan pada banyak negara di Asia terutama Jepang. Jepang telah lama melakukan praktek aktivasi otak tengah pada anak-anak.Seorang anak yang telah diaktivasi otak tengah akan memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan anak yang otak tengahnya belum di aktivasi.

Kegiatan dengan mata tertutup adalah suatu kegiatan yang paling nyata dapat dilihat. Seorang anak yang telah diaktivasi otak tengahnya (Mid Brain Activated) dapat mempunyai kemampuan luar biasa. Kemampuan ini bahkan sering kali dipertontonkan secara menakjubkan dalam program hiburan sulap. Setelah melihat kemampuan anak yang telah diaktivasi, sebagian besar acara pertandingan sulap di The Master menjadi kurang menarik. Karena hal ini dapat dilakukan sendiri oleh anak-anak polos yang hanya mengikuti training aktivasi otak tengah selama 2 hari. Kemampuan dasar yang dapat dilakukan adalah ‘melihat’ kartu dengan mata ditutup (blind fold). Christofle (9 thn) misalnya, setelah mengikuti training aktivasi otak tengah, dapat mengurutkan seluruh kartu remi sesuai dengan angka, warna dan bentuk gambar kartu dengan mata tertutup. Ia dapat mempergunakan indra raba untuk melihat pola dan warna lengkap dengan angka hanya dengan penglihatan kulit (Skin Vision).

Kemampuan lain yang dapat dilakukan oleh anak-anak ini adalah berjalan dengan mata ditutup, tanpa menabrak. Dilakukan percobaan pada seorang anak yang berjalan dengan mata ditutup kain. Seseorang sengaja menghalangi jalan didepannya. Dia serta merta dapat menghindari rintangan tersebut tanpa menyentuhnya. Seorang anak bahkan dapat mengenali ayahnya diantara kerumunan orang-tua lainnya, tanpa menyentuh dan mendengar suaranya.

Pada tingkatan yang lebih lanjut seorang anak diharapkan dapat ‘melihat’ benda dibalik tembok atau didalam kotak. Ia bahkan dapat menghitung uang yang terdapat dalam dompet seeorang di hadapannya tanpa orang tersebut mengeluarkan dompetnya. Jika seorang anak rajin melatih fungsi otak tengahnya bahkan dia dapat mengharapkan membaca dokumen yang terletak dalam posisi tertutup.

Kemampuan prediksi (memperkirakan apa yang akan terjadi beberapa saat kemudian) adalah kemampuan yang lebih tinggi yang dapat di miliki oleh seorang anak. Seorang anak yang telah mendapat aktivasi otak tengah dapat ‘menduga’ kartu apa yang akan muncul pada saat orang tersebut masih mengocok kartunya. Begitu selesai mengocok, dan memilih sebuah kartu, orang tersebut mengambil sebuah kartu yang ternyata tepat seperti ‘dugaan’ sang anak tersebut.

Aktivasi otak tengah bukanlah suatu hal yang magis atau berbau supranatural. Aktivasi otak tengah dilakukan dengan secara ilmiah. Aktivasi otak tengah ini banyak mempergunakan gelombang otak Alpha. Gelombang otak Alpha di buktikan secara ilmiah adalah gelombang otak yang muncul dominan pada saat kita dalam keadaan relax dan paling kreatif. Gelombang otak ini biasanya dominan pada saat kita bangun tidur, atau dalam keadaan relax di toilet, atau bahkan sedang berendam air panas di bathtub. Tidak heran mengapa Archimedes menemukan hukum Achimedes pada saat dia mandi.

Otak tengah yang teraktivasi memancarkan gelombang otak yang mirip seperti radar. Hal ini membuat pemiliknya mampu melihat benda dalam keadaan mata tertutup. Pada dasarnya, gelombang tersebut terletak di bawah hidung. Hanya mampu mendeteksi benda yang terletak sedikit di bawah hidung.

Latihan yang teratur dapat membuat sang anak menjadi lebih kuat dan mampu melihat benda yang terletak lebih tinggi lagi. Bahkan ada beberapa anak yang dapat medeteksi sampai 360 derajat. Hal itu berarti mereka dapat mendeteksi benda yang terletak di belakang, atas dan semua arah.

Training aktivasi otak tengah telah mulai dilakukan di Indonesia. Saat ini belum banyak orang yang mengetahui keberadaan dari training ini. Training biasanya dilakukan selama 2 hari. Pada saat itu juga biasanya dilakukan training untuk para orang tua. Seperti juga bidang keahlian lainnya, orang tua berperan besar untuk dapat membantu anak mengembangkan potensi otak tengah mereka. Seorang anak dengan otak tengah yang kuat, diharapkan dapat mengembangkan otak kanan dan otak kiri secara lebih maksimal sehingga mereka dapat masuk kategori jenius. Bukan hanya dalam otak kiri (IQ, intelektual) , atau otak kanan (emosional, EQ) tetapi juga dalam ‘Loving Inteligence’. Mereka adalah individu yang seimbang dan mengasihi orang lain seperti sang pencipta mengasihi dia. Sayangnya training aktivasi otak tengah ini hanya dapat dilakukan untuk anak umur 5 – 15 tahun saja.




Bagi orangtua yang ingin mengikutkan anaknya dalam pelatihan ini tidak perlu kesulitan lagi, karena di pulau Jawa hampir semua kota besar telah diselenggarakan. Kita patut bersyukur, tidak ketinggalan kota Surakarta (Solo) dalam waktu dekat akan menyelenggarakan pelatihan ini. Tepatnya tanggal 30-31 Januari 2010, GMC Cabang Kota Surakarta mengadakan pelatihan aktivasi otak tengah (midbrain.

Pemesanan kursi begitu cepat terpenuhi quotanya sehingga dibuat kelas baru pada tanggal 6-7 Februari 2010. Bagi orang tua yang berminat, bisa menghbungi Aries di 0813 2054 3054.